JURNAL OBSERVASI kel. 1, kel. 2, dan kel. 6
Kel. 1
REALITAS CINTA
DIMATA REMAJA PEREMPUAN
Studi Kasus Sindrom Cinta pada Seorang Perempuan Remaja
Pasca Filem ‘ Ada Apa Dengan Cinta
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kami
memilih jurnal ini karena menurut kami judul jurnal ini menarik untuk kalangan
remaja, terutama remaja perempuan. Jurnal ini membahas tentang persepsi cinta
dikalangan remaja setelah menonton film Ada Apa Dengan Cinta (AADC).
I.2 Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
Memahami tentang metode observasi dalam jurnal yang
bersangkutan.
Sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Psikodiagnostik II
(Observasi).
I. 3 Sistematika Penulisan
Sistematika
penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan
Berisi tentang Latar Belakang, Tujuan, dan
Sistematika Penulisan.
BAB II Landasan Teori
Berisi tentang teori yang bersangkutan
dengan jurnal yang bersangkutan.
BAB III Pembahasan
Berisi tentang pembahasan dari jurnal
tersebut, khususnya dalam metode observasinya.
BAB IV Hasil Penelitian &
Interpretasi
Berisi hasil Penelitian dan interpretasi dari jurnal
BAB
V Kesimpulan
Kesimpulan dari pembahasan secara
keseluruhan dari jurnal dan kelompok.
LANDASAN
TEORI
2.1 Permasalahan
Permasalahan yang
dipaparkan Peneliti adalah sebagai berikut
Bagaimana seorang remaja belajar dan percaya akan apa
yang disajikan oleh media?
Bagaimana proses kultivasi tersebut terjadi?
Melihat posisi remaja tersebut sebagai reader media.
Individu Remaja
Mass media effects memperkenalkan sebuah konsep yaitu perceived reality.
Perceived reality adalah ukuran seberapa jauh anak – anak menerima apa
yang mereka lihat di televisi sebagai hal yang nyata atau reflektif terhadap
hidup mereka (Jeffres, 1997:185)
Media massa
Denis McQuail
menyatakan peranan media massa dalam perkembangan remaja adalah (dalam Rakhmat,
1994:52,72) cermin yang memantulkan citra remaja terhadap remaja itu sendri dan
memiliki fungsi sebagai pembentuk identitas pribadi.
Melek Media
Kesadaran akan
media adalah sebuah sudut pandang yang digunakan khalayak secara aktif ketika
terekspos oleh media dalam rangka menafsirkan arti pesan – pesan yang kita
temui (Potter, 2001:4).
Teori Kultivasi
Kultivasi
melibatkan proses belajar dan kontruksi dari pandangan menganai relita sosial
yang bergantung pada keadaan pribadi dan pengalaman setiap individu dan juga
keanggotaan dalam kelompok. Ia juga dilihat dalam proses interaktif antara
pesan dan khalayaknya.
METODE
PENELITIAN
STUDI KASUS
Studi Kasus à wawancara, pengamatan langsung, studi lapangan, dengan
tujuan merekonstruksi dan menganalisis sebuah kasus dari perspektif sosiologi.
OBSERVASI
Observasi Partisipan à suatu observasi dimana peneliti terlibat dengan kegiatan
sehari-hari informan/sumber data yang sedang diamati/digunakan.
Memiliki 4 Jenis yaitu:
› partisipasi pasif
› partispasi moderat
› partisipasi aktif
› partisipasi lengkap
Subjek Penelitian
Perempuan, usia 18 tahun
Penonton/penikmat film Ada Apa Dengan Cinta dan film lain dengan gender
remaja
penikmat musik pop remaja dan sinetron remaja, dan lingkungan pergaulan
yang populer.
HASIL
PENELITIAN & INTERPRETASI
Realitas
Cinta AADC dan informan
Sindrom
Cinta : Penerapan Teori Kultivasi
Khalayak
Pasif : Teori Resepsi
Jika
Khalayak Buta Media
Interpretasi
Sebagai anak remaja yang masih berusia 18 tahun, informan
memang masih mengalami kelabilan dalam menentukan karakter dirinya. Secara
psikologis, aspek kognitif dalam dirinya memang masih mengalami pancaroba, sebuah
masa ketika dirinya masih mencari kepastian akan wujud dan jati diri. Ini
membuat informan menjadi lebih rentan terhadap pengaruh lingkungan, baik yang
datang dari keluarga, sekolah, teman sepermainan maupun dari media.
Hipotesis peneliti terbukti, yaitu akibat rendahnya
tingkat melek media serta pengaruh penglaman pribadi, baik yang datang dari
diri sendiri, keluarga, teman, maupun sekolah, iforman yang masih berusia 18
tahun, sebagai remaja perempuan, ia masih rentan terhadap apa yang diberikan oleh
media.
KESIMPULAN
KESIMPULAN PADA JURNAL
Informan
memiliki pengetahuan yang terbatas karena faktor usia, keluarga, sekolah, dan
lingkunagn pergaulannya. Informan tergolong yang tidak melek media.
Informan
tidak mampu melihat media secara kritis.
Kecendrungan
informan memaknai apa yang ada di media secara dominan dan menerapkannya
sebagai karakter dirinya.
KESIMPULAN KELOMPOK
Pada
Jurnal yang kami bahas, peneliti menggunakan metode penelitian studi kasus
dimana terdapat teknik observasi. metode
observasi yang digunakan di dalam jurnal ini adalah observasi partisipasi.
Observasi partisipasi memungkinkan diperoleh data yang lengkap, tajam, dan
sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang tampak
Kel. 2
PENDAHULUAN
¨ Setiap makhluk hidup
bereproduksi untuk mendapatkan
sebuah keturunan, meliputi
semua makhluk hidup yang ada di muka bumi ini. Seperti
halnya manusia yang ingin memiliki sebuah keturunan merupakan suatu hal yang
paling dinanti nanti bagi setiap orang yang sudah berkeluarga.
¨ Ada
beberapa pantangan yang di percayai oleh sebagian masyarakat umum yang diyakini
sebagai larangan yang harus di hindari pada ibu hamil. Apabila di jalankan
larangan tersebut¸ maka diyakini akan berdampak negatif pada diri ibu hamil dan
janin yang di kandungnya.
¨ Ada banyak teori yang
dikemukakan oleh para ahli terkait mitos tentang kehamilan. Oleh karena itu, kami berusaha
menyusun makalah ini berdasarkan hasil analisis jurnal bagaimana para peneliti melakukan
penelitian tentang mitos kehamilan dengan metode ilmiah khususnya observasi.
¨ Hal ini juga untuk mengetahui
teori mana yang paling banyak dipahami dalam penalaran individu secara umumnya
tentang hal-hal yang terkait dengan kehamilan baik itu berdasarkan penelitian ilmiah maupun mitos
yang beredar di masyarakat.
KAJIAN
TEORITIK
1.
Observasi
¨ Observasi
adalah metode fundamental dalam etologi yang mengadopsi sebuah pendekatan
komparatif untuk memahami perilaku dan sering berusaha menjelaskan perilaku
subjek yang diamati (Eibl-Eibesfeldt, 1975).
¨ Observasi
ilmiah metode memperoleh data yang dilakukan dalam kondisi yang ditetapkan
secara tepat, dengan cara yang sistematis dan objektif, dan dilakukan dengan
pencatatan yang teliti.
¨ Observasi tanpa intervensi (naturalistic observation)
Observasi terhadap perilaku dalam setting alamiah, tanpa upaya dari pihak
pengamat untuk mengintervensi (shaughnessy, 2007)
2. Mitos
¨ Mitos adalah sistem kepercayaan dari suatu kelompok
manusia, yang berdiri atas sebuah landasan yang menjelaskan cerita-cerita yang
suci berkaitan dengan masa lalu. mitos yang dalam arti asli sebagai kiasan dari
zaman purba merupakan cerita yang asal usulnya telah dilupakan, namun ternyata
pada zaman sekarang mitos merupakan cerita yang dianggap benar (Harsojo, 1988).
3. Kehamilan
Kehamilan adalah
rangkaian peristiwa yang baru terjadi bila ovum dibuahi dan pembuahan ovum
akhirnya berkembang sampai menjadi fetus yang aterm (Guyton, 1997).
ANALISIS
¨ Analisa
ilmiah yang digunakan dalam tugas ini adalah mengacu pada jurnal penelitian
psikologi mengenai mitos dalam kehamilan.
¨ Alasan
pemilihan tema dari jurnal tersebut karena fenomena kehamilan paling banyak
terjadi dan mudah ditemui dalam kehidupan sehari hari.
¨ Sedangkan
mitos yang menyertai proses kehamilan tersebut adalah merupakan pengetahuan
turun temurun yang diwariskan dan berkembang sebagai konsep kebudayaan dan
tradisi yang berlaku hampir di sebagian besar masyarakat, yang pada akhirnya
mampu membentuk pola perilaku yang menetap.
¨ Sehingga
atas gejala sosial ini sangat mudah dilakukan pengamatan (observasi) atas
segala fakta yang ada.
¨ Observasi
yang dilakukan dalam penelitian bersifat sistematik, dimana segala sesuatunya
telah dirancang dan dilaksanakan sesuai dengan norma dan struktur ilmiah.
¨ Penelitian
yang dilakukan dalam jurnal menggunakan metode wawancara dan observasi.
Respondennya wanita wanita hamil 3 bulan tanggal 7 Agustus 2008 dan wanita
hamil tanggal 25 Agustus 2008.
¨ Penelitian
dilakukan dengan Observasi Sistematik Natural dan Partisipan, peneliti sudah
menyiapkan hal dan peralatan untuk di observasi dan peneliti langsung terjun
kelapangan yaitu di daerah Aceh.
¨ Gejala
sosial ini sangat mudah dilakukan pengamatan (observasi) atas segala fakta yang
ada.
KESIMPULAN
¨ Pada
tugas analisa ilmiah ini, pembahasan mengacu pada jurnal penelitian psikologi
mengenai mitos dalam kehamilan. Dalam melakukan penelitiannya, peneliti memilih
metode wawancara dan observasi dengan turun langsung kelapangan berkunjung ke
daerah Aceh dan bertemu langsung dengan ibu-ibu hamil yang ada disana.
¨ Penelitiannya
ilmiah dan tindak melanggar etika-etika dalam penelitian
¨ Berdasarkan
hasil observasi dan wawancara membuktikan bahwa:
¨ Mitos
masih sangat berpengaruh didaerah Aceh, dimana ibu-ibu yang hamil masih menjalankan
tradisi yang menyertai proses kehamilan. Mereka mempercayai bahwa mitos
merupakan pengetahuan turun temurun yang diwariskan dan berkembang sebagai
konsep kebudayaan dan tradisi yang berlaku hampir di sebagian besar masyarakat,
yang pada akhirnya mampu membentuk pola perilaku yang menetap yang harus mereka
laksanakan.
Daftar Pustaka
¨ Anastasi, A. & Urbina, S. 2007. Tes Psikologi.
Jakarta: Indeks
¨ Shaughnessy,
J. John., Zechmeister, B. Eugene., & Zechmeister, S. Jeanne. (2007). Metodologi Penelitian Psikologi, edisi
ke tujuh. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
¨ Kel.
6
ANALISIS JURNAL
POST TRAUMATIC GROWTH PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA
POST TRAUMATIC GROWTH PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA
PENDAHULUAN
Pada
kali ini kami akan mengambil tema tentang post traumatic growth pada
penderita kanker payudara. Kami mendapatkan tema tersebut dari sebuah judul
Jurnal yang dibuat oleh Ade Fitri Rahman dan Erlina Listianti Widuri.
Dalam jurnal
tersebut bertujuan untuk mengetahui dinamika post traumatic growth atau
pertumbuhan pasca trauma menuju perbahan hidup yang positif dan ingin memahami
lebih jauh lagi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya post
traumatic growth pada penderita kanker payudara.
ANALISIS
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah kualitatif dengan mengguanakan paradigma fenomenologi. Menurut
Moleong (2005), metode penelitian kualitatif dalam paradigma fenomenologi
berusaha mamahami arti (mencari makna) dari peristiwa dan kaitan-kaitannya
dengan orang-orang biasa dalam situasi tertentu.
Alasan peneliti
menggunakan metode kualitatif karena penelitian ini bertujuan untuk
mengungkapkan gejala secara holistic kontekstual melalui
pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri penulis sebagai
instrumen kunci.
Metode
observasi dilakukan bersamaan dengan wawancara mengingat kedua metode ini
saling mendukung dalam mendapatkan data yang diinginkan. Teknik pengamatan
memungkinkan melihat dan mengamati sendiri, kemudian mencatat perilaku dan
kejadiaan bagaimana yang terjadi pada keadaan yang sebenarnya.
Observasi yang
dilakukan oleh penelti adalah non partisipan, penulis hanya sebagai pengamat
tanpa terlibat dalam kehidupan maupun kegiatan informan. Observasi dilakukan
diluar proses wawancara dan juga selama wawancara berlangsung yang memungkinkan
penulis memperoleh data yang sifatnya non verbal, antara lain: gerakan tubuh,
mimik muka, ekspresi wajah, dan intonasi suara informan saat wawancara serta
juga tentang bagaimana kondisi informan penelitian yang dalam hal ini adalah
penderita kanker payudara.
Sebelum
proses wawancara dan observasi penulis melakukan persiapan terlebih dahulu,
antara lain untuk wawancara penulis akan membuat guide (petunjuk)
pertanyaan semi terstruktur berdasarkan pada teori mengenai post traumatic
growth pada penderita kanker payudara. Jenis guide ini dipilih untuk
menghindarkan agar pada proses wawancara tidak melenceng terlalu jauh dari
fokus penelitian.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam
penelitian tersebut, hikmah yang dapat diambil adalah post traumatic growth
atau pertumbuhan paska trauma. Secara teoritis, konsep pertumbuhan masa trauma
didefinisikan sebagai pengalaman perubahan positif yang signifikan timbul dari
perjuangan dari krisis kehidupan yang besar antara lain: apresiasi peningkatan
hidup, pengaturan hidup dengan prioritas baru, rasa kekuatan pribadi meningkat
dan spiritual berubah secara meningkat
dan spiritual berubah secara positif.
Spiritualitas dalam konteks ini mengacu
pada rasa bersyukur yang lebih besar kepada Sang Pencipta, peningkatan rasa
komitmen seseorang kepada tradisi keagamaan, atau pemahan yang lebih jelas dari
keyakinan agama seseorang.
KESIMPULAN
Dari hasil jurnal yang telah kami analisis dapat
disimpulkan bahwa terdapat dua fakor yang mempengaruhi aspek post traumatic
growth pada kedua informan. Faktor tersebut dapat dibagi menjadi faktor
internal dan faktor eksternal. Berdasarkan pada pembahasan, dapat diketahui
bahwa setidaknya terdapat 4 pertumbuhan pasca trauma atau (post traumatic
growth) yang signifikan timbul dari perjuangan informan dalam menghadapi penyakit
payudara ini, antara lain: peningkatan spiritualitas, positive improvement
in life, proses sosial semakin tinggi, dan relasi sosial semakin baik.
Ketika didiagnosis menderita penyakit yang
mengancam hidupnya, individu sering memikirkan kembali makna dan tujuan hidup
mereka dan mempelajari kembali prioritas mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar