Sabtu, 22 September 2012

Review Jurnal Observasi


JURNAL OBSERVASI kel. 1, kel. 2, dan kel. 6


Kel. 1
REALITAS  CINTA DIMATA REMAJA PEREMPUAN
Studi Kasus Sindrom Cinta pada Seorang Perempuan Remaja Pasca Filem ‘ Ada Apa Dengan Cinta
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Kami memilih jurnal ini karena menurut kami judul jurnal ini menarik untuk kalangan remaja, terutama remaja perempuan. Jurnal ini membahas tentang persepsi cinta dikalangan remaja setelah menonton film Ada Apa Dengan Cinta (AADC).
I.2 Tujuan
ž  Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
ž  Memahami tentang metode observasi dalam jurnal yang bersangkutan.
ž  Sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Psikodiagnostik II (Observasi).
I. 3 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
ž  BAB I Pendahuluan
      Berisi tentang Latar Belakang, Tujuan, dan Sistematika Penulisan.
ž  BAB II Landasan Teori
      Berisi tentang teori yang bersangkutan dengan jurnal yang bersangkutan.
ž  BAB III Pembahasan
      Berisi tentang pembahasan dari jurnal tersebut, khususnya dalam metode observasinya.
ž  BAB IV Hasil Penelitian & Interpretasi
     Berisi hasil Penelitian dan interpretasi dari jurnal
ž  BAB V Kesimpulan
      Kesimpulan dari pembahasan secara keseluruhan dari jurnal dan kelompok.

LANDASAN TEORI
2.1 Permasalahan
Permasalahan yang dipaparkan Peneliti adalah sebagai berikut
ž  Bagaimana seorang remaja belajar dan percaya akan apa yang disajikan oleh media?
ž  Bagaimana proses kultivasi tersebut terjadi?
ž  Melihat posisi remaja tersebut sebagai reader media.
Individu Remaja
Mass media effects memperkenalkan sebuah konsep yaitu perceived reality. Perceived reality adalah ukuran seberapa jauh anak – anak menerima apa yang mereka lihat di televisi sebagai hal yang nyata atau reflektif terhadap hidup mereka (Jeffres, 1997:185)
Media massa
Denis McQuail menyatakan peranan media massa dalam perkembangan remaja adalah (dalam Rakhmat, 1994:52,72) cermin yang memantulkan citra remaja terhadap remaja itu sendri dan memiliki fungsi sebagai pembentuk identitas pribadi.
Melek Media
Kesadaran akan media adalah sebuah sudut pandang yang digunakan khalayak secara aktif ketika terekspos oleh media dalam rangka menafsirkan arti pesan – pesan yang kita temui (Potter, 2001:4).
Teori Kultivasi
Kultivasi melibatkan proses belajar dan kontruksi dari pandangan menganai relita sosial yang bergantung pada keadaan pribadi dan pengalaman setiap individu dan juga keanggotaan dalam kelompok. Ia juga dilihat dalam proses interaktif antara pesan dan khalayaknya.

METODE PENELITIAN
STUDI KASUS
ž  Studi Kasus à wawancara, pengamatan langsung, studi lapangan, dengan tujuan merekonstruksi dan menganalisis sebuah kasus dari perspektif sosiologi.
OBSERVASI
ž  Observasi Partisipan à suatu observasi dimana peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari informan/sumber data yang sedang diamati/digunakan.
ž  Memiliki 4 Jenis yaitu:
      partisipasi pasif
      partispasi moderat
      partisipasi aktif
      partisipasi lengkap
Subjek Penelitian
ž  Perempuan, usia 18 tahun
ž   Penonton/penikmat film Ada Apa Dengan Cinta dan film lain dengan gender remaja
ž  penikmat musik pop remaja dan sinetron remaja, dan lingkungan pergaulan yang populer.

HASIL PENELITIAN & INTERPRETASI
ž  Realitas Cinta AADC dan informan
ž  Sindrom Cinta : Penerapan Teori Kultivasi
ž  Khalayak Pasif : Teori Resepsi
ž  Jika Khalayak Buta Media
Interpretasi
ž  Sebagai anak remaja yang masih berusia 18 tahun, informan memang masih mengalami kelabilan dalam menentukan karakter dirinya. Secara psikologis, aspek kognitif dalam dirinya memang masih mengalami pancaroba, sebuah masa ketika dirinya masih mencari kepastian akan wujud dan jati diri. Ini membuat informan menjadi lebih rentan terhadap pengaruh lingkungan, baik yang datang dari keluarga, sekolah, teman sepermainan maupun dari media.
ž  Hipotesis peneliti terbukti, yaitu akibat rendahnya tingkat melek media serta pengaruh penglaman pribadi, baik yang datang dari diri sendiri, keluarga, teman, maupun sekolah, iforman yang masih berusia 18 tahun, sebagai remaja perempuan, ia masih rentan terhadap apa yang diberikan oleh media.

KESIMPULAN
KESIMPULAN PADA JURNAL
ž  Informan memiliki pengetahuan yang terbatas karena faktor usia, keluarga, sekolah, dan lingkunagn pergaulannya. Informan tergolong yang tidak melek media.
ž  Informan tidak mampu melihat media secara kritis.
ž  Kecendrungan informan memaknai apa yang ada di media secara dominan dan menerapkannya sebagai karakter dirinya.
KESIMPULAN KELOMPOK
ž  Pada Jurnal yang kami bahas, peneliti menggunakan metode penelitian studi kasus dimana terdapat teknik observasi. metode observasi yang digunakan di dalam jurnal ini adalah  observasi partisipasi.
ž  Observasi partisipasi memungkinkan diperoleh data yang lengkap, tajam, dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang tampak

 
Kel. 2

PENDAHULUAN
¨  Setiap makhluk hidup bereproduksi untuk mendapatkan sebuah keturunan,  meliputi semua makhluk hidup yang ada di muka bumi ini. Seperti halnya manusia yang ingin memiliki sebuah keturunan merupakan suatu hal yang paling dinanti nanti bagi setiap orang yang sudah berkeluarga.
¨  Ada beberapa pantangan yang di percayai oleh sebagian masyarakat umum yang diyakini sebagai larangan yang harus di hindari pada ibu hamil. Apabila di jalankan larangan tersebut¸ maka diyakini akan berdampak negatif pada diri ibu hamil dan janin yang di kandungnya.
¨  Ada banyak teori yang dikemukakan oleh para ahli terkait mitos tentang kehamilan.  Oleh karena itu, kami berusaha menyusun makalah ini berdasarkan hasil analisis jurnal bagaimana para peneliti melakukan penelitian tentang mitos kehamilan dengan metode ilmiah khususnya observasi.
¨  Hal ini juga untuk mengetahui teori mana yang paling banyak dipahami dalam penalaran individu secara umumnya tentang hal-hal yang terkait dengan kehamilan baik itu berdasarkan penelitian ilmiah maupun mitos yang beredar di masyarakat.

KAJIAN TEORITIK
1. Observasi
¨  Observasi adalah metode fundamental dalam etologi yang mengadopsi sebuah pendekatan komparatif untuk memahami perilaku dan sering berusaha menjelaskan perilaku subjek yang diamati (Eibl-Eibesfeldt, 1975).
¨  Observasi ilmiah metode memperoleh data yang dilakukan dalam kondisi yang ditetapkan secara tepat, dengan cara yang sistematis dan objektif, dan dilakukan dengan pencatatan yang teliti.
¨  Observasi tanpa intervensi (naturalistic observation)
Observasi terhadap perilaku dalam setting alamiah, tanpa upaya dari pihak pengamat untuk mengintervensi (shaughnessy, 2007)
2. Mitos
¨  Mitos adalah sistem kepercayaan dari suatu kelompok manusia, yang berdiri atas sebuah landasan yang menjelaskan cerita-cerita yang suci berkaitan dengan masa lalu. mitos yang dalam arti asli sebagai kiasan dari zaman purba merupakan cerita yang asal usulnya telah dilupakan, namun ternyata pada zaman sekarang mitos merupakan cerita yang dianggap benar (Harsojo, 1988).
3.      Kehamilan
Kehamilan adalah rangkaian peristiwa yang baru terjadi bila ovum dibuahi dan pembuahan ovum akhirnya berkembang sampai menjadi fetus yang aterm (Guyton, 1997).

ANALISIS
¨  Analisa ilmiah yang digunakan dalam tugas ini adalah mengacu pada jurnal penelitian psikologi mengenai mitos dalam kehamilan. 
¨  Alasan pemilihan tema dari jurnal tersebut karena fenomena kehamilan paling banyak terjadi dan mudah ditemui dalam kehidupan sehari hari.
¨  Sedangkan mitos yang menyertai proses kehamilan tersebut adalah merupakan pengetahuan turun temurun yang diwariskan dan berkembang sebagai konsep kebudayaan dan tradisi yang berlaku hampir di sebagian besar masyarakat, yang pada akhirnya mampu membentuk pola perilaku yang menetap.
¨  Sehingga atas gejala sosial ini sangat mudah dilakukan pengamatan (observasi) atas segala fakta yang ada.
¨  Observasi yang dilakukan dalam penelitian bersifat sistematik, dimana segala sesuatunya telah dirancang dan dilaksanakan sesuai dengan norma dan struktur ilmiah.
¨  Penelitian yang dilakukan dalam jurnal menggunakan metode wawancara dan observasi. Respondennya wanita wanita hamil 3 bulan tanggal 7 Agustus 2008 dan wanita hamil tanggal 25 Agustus 2008.
¨  Penelitian dilakukan dengan Observasi Sistematik Natural dan Partisipan, peneliti sudah menyiapkan hal dan peralatan untuk di observasi dan peneliti langsung terjun kelapangan yaitu di daerah Aceh.
¨  Gejala sosial ini sangat mudah dilakukan pengamatan (observasi) atas segala fakta yang ada.

KESIMPULAN
¨  Pada tugas analisa ilmiah ini, pembahasan mengacu pada jurnal penelitian psikologi mengenai mitos dalam kehamilan. Dalam melakukan penelitiannya, peneliti memilih metode wawancara dan observasi dengan turun langsung kelapangan berkunjung ke daerah Aceh dan bertemu langsung dengan ibu-ibu hamil yang ada disana.
¨  Penelitiannya ilmiah dan tindak melanggar etika-etika dalam penelitian
¨  Berdasarkan hasil observasi dan wawancara membuktikan bahwa:
¨  Mitos masih sangat berpengaruh didaerah Aceh, dimana ibu-ibu yang hamil masih menjalankan tradisi yang menyertai proses kehamilan. Mereka mempercayai bahwa mitos merupakan pengetahuan turun temurun yang diwariskan dan berkembang sebagai konsep kebudayaan dan tradisi yang berlaku hampir di sebagian besar masyarakat, yang pada akhirnya mampu membentuk pola perilaku yang menetap yang harus mereka laksanakan.

Daftar Pustaka
¨  Anastasi, A. & Urbina, S. 2007. Tes Psikologi. Jakarta: Indeks
¨  Shaughnessy, J. John., Zechmeister, B. Eugene., & Zechmeister, S. Jeanne. (2007). Metodologi Penelitian Psikologi, edisi ke tujuh. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 


¨  Kel. 6

ANALISIS JURNAL

POST TRAUMATIC GROWTH PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA

PENDAHULUAN
     Pada kali ini kami akan mengambil tema tentang post traumatic growth pada penderita kanker payudara. Kami mendapatkan tema tersebut dari sebuah judul Jurnal yang dibuat oleh Ade Fitri Rahman dan Erlina Listianti Widuri.
     Dalam jurnal tersebut bertujuan untuk mengetahui dinamika post traumatic growth atau pertumbuhan pasca trauma menuju perbahan hidup yang positif dan ingin memahami lebih jauh lagi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya post traumatic growth pada penderita kanker payudara.

ANALISIS
     Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan mengguanakan paradigma fenomenologi. Menurut Moleong (2005), metode penelitian kualitatif dalam paradigma fenomenologi berusaha mamahami arti (mencari makna) dari peristiwa dan kaitan-kaitannya dengan orang-orang biasa dalam situasi tertentu.
     Alasan peneliti menggunakan metode kualitatif karena penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan gejala secara holistic kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri penulis sebagai instrumen kunci.
     Metode observasi dilakukan bersamaan dengan wawancara mengingat kedua metode ini saling mendukung dalam mendapatkan data yang diinginkan. Teknik pengamatan memungkinkan melihat dan mengamati sendiri, kemudian mencatat perilaku dan kejadiaan bagaimana yang terjadi pada keadaan yang sebenarnya.
     Observasi yang dilakukan oleh penelti adalah non partisipan, penulis hanya sebagai pengamat tanpa terlibat dalam kehidupan maupun kegiatan informan. Observasi dilakukan diluar proses wawancara dan juga selama wawancara berlangsung yang memungkinkan penulis memperoleh data yang sifatnya non verbal, antara lain: gerakan tubuh, mimik muka, ekspresi wajah, dan intonasi suara informan saat wawancara serta juga tentang bagaimana kondisi informan penelitian yang dalam hal ini adalah penderita kanker payudara.
     Sebelum proses wawancara dan observasi penulis melakukan persiapan terlebih dahulu, antara lain untuk wawancara penulis akan membuat guide (petunjuk) pertanyaan semi terstruktur berdasarkan pada teori mengenai post traumatic growth pada penderita kanker payudara. Jenis guide ini dipilih untuk menghindarkan agar pada proses wawancara tidak melenceng terlalu jauh dari fokus penelitian.


HASIL DAN PEMBAHASAN
     Dalam penelitian tersebut, hikmah yang dapat diambil adalah post traumatic growth atau pertumbuhan paska trauma. Secara teoritis, konsep pertumbuhan masa trauma didefinisikan sebagai pengalaman perubahan positif yang signifikan timbul dari perjuangan dari krisis kehidupan yang besar antara lain: apresiasi peningkatan hidup, pengaturan hidup dengan prioritas baru, rasa kekuatan pribadi meningkat dan spiritual berubah secara meningkat dan spiritual berubah secara positif.
     Spiritualitas dalam konteks ini mengacu pada rasa bersyukur yang lebih besar kepada Sang Pencipta, peningkatan rasa komitmen seseorang kepada tradisi keagamaan, atau pemahan yang lebih jelas dari keyakinan agama seseorang.

KESIMPULAN
     Dari hasil jurnal yang telah kami analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat dua fakor yang mempengaruhi aspek post traumatic growth pada kedua informan. Faktor tersebut dapat dibagi menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Berdasarkan pada pembahasan, dapat diketahui bahwa setidaknya terdapat 4 pertumbuhan pasca trauma atau (post traumatic growth) yang signifikan timbul dari perjuangan informan dalam menghadapi penyakit payudara ini, antara lain: peningkatan spiritualitas, positive improvement in life, proses sosial semakin tinggi, dan relasi sosial semakin baik.
     Ketika didiagnosis menderita penyakit yang mengancam hidupnya, individu sering memikirkan kembali makna dan tujuan hidup mereka dan mempelajari kembali prioritas mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar