Minggu, 16 September 2012

psikodiagnostik "OBSERVASI"


OBSERVASI
          2 hal metode dalam psikologi yang penting ialah observasi dan wawancara. Kedua metode itu bersifat ilmiah dan bermanfaat untuk psikologi penelitian. Observasi ilmiah, di lain pihak, dilakukan dalam kondisi yang ditetapkan secara tepat, dengan cara yang sistematis dan objektif, dengan pencatatan yang teliti. Observasi sistematis merupakan alat penting bukan bukan hanya bagi psikologi tetapi juga antropolog, sosiolog, dan etolog. Syarat - syarat penelitian ilmiah diantaranya ialah adanya teori, adanya objek, melalui empiris, bisa terukur ( validitas maupun reliabilitas), dan sistematis.
          Tujuan utama metode observasional adalah untuk mendeskripsikan perilaku. Observasi menjadi sumber yang kaya bagi berbagai hipotesis tentang prilaku. Observasi juga dapat menjadi langkah pertama dalam menemukan mengapa kita berperilaku dengan cara tertentu. etika yang diperhatikan dalam observasi ialah hal yang bersifat pribadi, waktu, dan intervensi yang berlebihan.
MENGAMBIL SAMPEL PERILAKU
-          Bila catatan lengkap tentang perilaku tidak dapat diperoleh, peneliti berusaha mendapatkan sampel representatif dari perilaku.
-          Sejauh mana observasi dapat digeneralisasikan (validitas eksternal) bergantung pada cara sampel perilaku itu diambil.

          Sebelum melaksanakan sebuah studi observasional, peneliti harus mengambil sejumlah keputusan penting tentang kapan dan di mana observasi akan dilakukan. Di sebagian besar studi observasional penelitinya tidak dapat mengobservasi semua perilaku. Validitas eksternal mengacu pada sejauh mana hasil - hasil sebuah penelitian dapat digeneralisasikan ke populasi - populasi, setting, dan kondisi - kondisi yang berbeda.
INGAT !! bahwa Validitas berhubungan dengan “truthfulness” (tingkat kepercayaan).

TIME SAMPLING
-          Time Sampling mengacu pada penelitian yang memilih interval waktu untuk melakukan observasi secara sistematis atau secara acak.
-          Jika penelitian tertakir pada kejadian -kejadian yang jarang terjadi, mereka menyandarkan diri pada event sampling (sampling kejadian).

          Penelitian biasanya menggunakan kombinasi time sampling dan situation sampling untuk menidentifikasi sampel - sampel representatif. Dalam time sampling peneliti mencari sampel yang representatif dangan memilih berbagai macam interval waktu untuk observasinya.
Time sampling bukan merupakan metode sampling perilaku yang efektif bila kejadian yang dimaksud tidak sering terjadi. Peneliti yang menggunakan time sampling untuk kejadian - kejadian yang tidak sering dapat sama sekali kehilangan kejadian itu.

SITUATION SAMPLING
-          Situation sampling melibatkan kegiatan mempelajari perilaku di lokasi - lokasi yang berbeda dan berbagai keadaan dan kondisi yang berbeda.
-          Situation sampling meningkatkan validitas eksternal temuan yang diperoleh.
-          Dalam berbagai situasi. Subject sampling dapat digunakan untuk mengobservasi sebagian orang dalam setting itu.
          Situation sampling melibatkan observasi perilaku di banyak lokasi yang berbeda dan dalam keadaan dan kondisi yang seberbeda - beda mungkin. Dengan mengambil sampel situasi - situasi yang berbeda, peneliti mengurangi kemungkinan bahwa hasil - hasilnya akan berlaku khusus untuk suatu keadaan atau kondisi tertentu saja.
KLASIFIKASI METODE OBSERVASIONAL
-          Metode - metode observasional dapat diklasifikasikan sebagai “observasi dengan intervensi” atau “observasi tanpa intervensi”.
-          Metode untuk mencatat perilaku dapat diklasifikasikan dalam hubungannya dengan beberapa banyak perilaku yang dicatat.

OBSERVASI TANPA INTERVENSI
-          Tujuan observasi naturalistik adalah untuk mendeskripsikan perilaku seperti yang yang terjadi secara normal dan meneliti hubungan di antara berbagai variable.
-          Observasi naturalistik membantu memantapkan validitas eksternal temuan - temuan laboratoris.
-          Bila pertimbangan etik dan moral tidak memungkinkan dilakukannya kontrol eksperimental, observasi naturalistis menjadi strategi penelitian penting.

OBSERVASI DENGAN INTERVENSI
-          Kebanyakan penelitian psikologi menggunakan observasi dengan intervensi.
-          Tiga metode observasi penting yang digunakan peneliti bila mereka memilih untuk mengintervensi setting alamiah, yaitu: participant observation, structured observation, dan filed experiment.



PARTICIPANT OBSERVATION
-          Participant observation yang dilakukan secara terang - terngan sering digunakan untuk memahami budaya dan perilaku kelompok - kelompok individu.
-          Participant observation yang dilakukan secara sembunyi - sembunyi sering kali digunakan bila penelitinya percaya bahwa individu - individu akan mengubah perilakunya bila tahu bahwa dirinya sedang diamati.
-          Participant observation memungkinkan peneliti untuk mengobservasi berbagai perilaku dan situasi yang biasanya tidak terbuka bagi observasi ilmiah.
-          Participant observation kadang - kadang mungkin kehilangan objektivitasnya atau terlalu banyak memengaruhi individu - individu yang mereka amati.

OBSERVASI TERSTRUKTUR
-          Observasi terstruktur dirancang untuk mencatat perilaku yang mungkin sulit diobsevasi dengan menggunakan observasi naturalistis.
-          Observasi terstruktur sering digunakan oleh psikolog klinis dan perkembangan.
-          Masalah dalam menginterpretasi observasi terstruktur dapat terjadi bila prosedur observasi yang sama tidak diikuti disemua observasi atau oleh semua pengamat, atau bila variable - variable pentingnya tidak dikontrol.

FIELD EXPERIMENT
          Dalam field experiment, peneliti memanipulasi satu variable independen atau lebih dalam setting ilmiah untuk menetapkan efeknya pada perilaku. Perbedaan esensial antara eksperimen lapangan dan metode - metode observasional lainnya adalah dalam eksperimen lapangan peneliti melakukan lebih banyak kontrol. 


hanya ini yang bisa saya tulis dan berbagi untuk kalian semua yang membacanya. bila ada kesalahan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, karna saya adalah manusia yang tak luput dari kesalahan :D :D



daftar pustaka


Shaughnessy, J. J., Meister, E. B. Z., & Meister, J. S. Z., (2007). Metodologi Penelitian Psikologi. Jakarta : Pustaka Pelajar.

2 komentar:

  1. hihihhi...masalah "salah" kita akan tidak terbebas dari hal tersebut, namun kita "berusaha" merupakan kewajiban kita dan bagian dari belajar...keep on learning ya Mbak Niar...salam SOBAT, ditunggu artikel berikutnyaaaa....

    BalasHapus