OBSERVASI
2
hal metode dalam psikologi yang penting ialah observasi dan wawancara. Kedua
metode itu bersifat ilmiah dan bermanfaat untuk psikologi penelitian. Observasi
ilmiah, di lain pihak, dilakukan dalam kondisi yang ditetapkan secara tepat,
dengan cara yang sistematis dan objektif, dengan pencatatan yang teliti.
Observasi sistematis merupakan alat penting bukan bukan hanya bagi psikologi
tetapi juga antropolog, sosiolog, dan etolog. Syarat - syarat penelitian ilmiah
diantaranya ialah adanya teori, adanya objek, melalui empiris, bisa terukur (
validitas maupun reliabilitas), dan sistematis.
Tujuan
utama metode observasional adalah untuk mendeskripsikan perilaku. Observasi
menjadi sumber yang kaya bagi berbagai hipotesis tentang prilaku. Observasi juga
dapat menjadi langkah pertama dalam menemukan mengapa kita berperilaku dengan
cara tertentu. etika yang diperhatikan dalam observasi ialah hal yang bersifat
pribadi, waktu, dan intervensi yang berlebihan.
MENGAMBIL SAMPEL PERILAKU
-
Bila catatan lengkap tentang perilaku tidak dapat
diperoleh, peneliti berusaha mendapatkan sampel representatif dari perilaku.
-
Sejauh mana observasi dapat digeneralisasikan
(validitas eksternal) bergantung pada cara sampel perilaku itu diambil.
Sebelum
melaksanakan sebuah studi observasional, peneliti harus mengambil sejumlah
keputusan penting tentang kapan dan di mana observasi akan dilakukan. Di
sebagian besar studi observasional penelitinya tidak dapat mengobservasi semua
perilaku. Validitas eksternal
mengacu pada sejauh mana hasil - hasil sebuah penelitian dapat
digeneralisasikan ke populasi - populasi, setting,
dan kondisi - kondisi yang berbeda.
INGAT !! bahwa Validitas berhubungan dengan “truthfulness” (tingkat kepercayaan).
TIME SAMPLING
-
Time
Sampling mengacu pada penelitian yang memilih interval waktu untuk
melakukan observasi secara sistematis atau secara acak.
-
Jika penelitian tertakir pada kejadian -kejadian
yang jarang terjadi, mereka menyandarkan diri pada event sampling (sampling kejadian).
Penelitian
biasanya menggunakan kombinasi time sampling dan situation sampling untuk
menidentifikasi sampel - sampel representatif. Dalam time sampling peneliti
mencari sampel yang representatif dangan memilih berbagai macam interval waktu
untuk observasinya.
Time sampling bukan merupakan metode sampling perilaku yang
efektif bila kejadian yang dimaksud tidak sering terjadi. Peneliti yang
menggunakan time sampling untuk kejadian - kejadian yang tidak sering dapat
sama sekali kehilangan kejadian itu.
SITUATION SAMPLING
-
Situation
sampling melibatkan kegiatan mempelajari perilaku di lokasi - lokasi
yang berbeda dan berbagai keadaan dan kondisi yang berbeda.
-
Situation
sampling meningkatkan validitas eksternal temuan yang diperoleh.
-
Dalam berbagai situasi. Subject sampling dapat digunakan
untuk mengobservasi sebagian orang dalam setting itu.
Situation
sampling melibatkan observasi perilaku di banyak lokasi yang berbeda dan dalam
keadaan dan kondisi yang seberbeda - beda mungkin. Dengan mengambil sampel
situasi - situasi yang berbeda, peneliti mengurangi kemungkinan bahwa hasil -
hasilnya akan berlaku khusus untuk suatu keadaan atau kondisi tertentu saja.
KLASIFIKASI METODE OBSERVASIONAL
-
Metode - metode observasional dapat
diklasifikasikan sebagai “observasi dengan intervensi” atau “observasi tanpa
intervensi”.
-
Metode untuk mencatat perilaku dapat
diklasifikasikan dalam hubungannya dengan beberapa banyak perilaku yang
dicatat.
OBSERVASI TANPA INTERVENSI
-
Tujuan observasi naturalistik adalah untuk
mendeskripsikan perilaku seperti yang yang terjadi secara normal dan meneliti hubungan
di antara berbagai variable.
-
Observasi naturalistik membantu memantapkan
validitas eksternal temuan - temuan laboratoris.
-
Bila pertimbangan etik dan moral tidak
memungkinkan dilakukannya kontrol eksperimental, observasi naturalistis menjadi
strategi penelitian penting.
OBSERVASI DENGAN INTERVENSI
-
Kebanyakan penelitian psikologi menggunakan
observasi dengan intervensi.
-
Tiga metode observasi penting yang digunakan
peneliti bila mereka memilih untuk mengintervensi setting alamiah, yaitu: participant observation, structured observation, dan filed experiment.
PARTICIPANT OBSERVATION
-
Participant
observation yang dilakukan secara terang - terngan sering
digunakan untuk memahami budaya dan perilaku kelompok - kelompok individu.
-
Participant
observation yang dilakukan secara sembunyi - sembunyi sering
kali digunakan bila penelitinya percaya bahwa individu - individu akan mengubah
perilakunya bila tahu bahwa dirinya sedang diamati.
-
Participant
observation memungkinkan peneliti untuk mengobservasi
berbagai perilaku dan situasi yang biasanya tidak terbuka bagi observasi
ilmiah.
-
Participant
observation kadang - kadang mungkin kehilangan
objektivitasnya atau terlalu banyak memengaruhi individu - individu yang mereka
amati.
OBSERVASI TERSTRUKTUR
-
Observasi terstruktur dirancang untuk mencatat
perilaku yang mungkin sulit diobsevasi dengan menggunakan observasi
naturalistis.
-
Observasi terstruktur sering digunakan oleh
psikolog klinis dan perkembangan.
-
Masalah dalam menginterpretasi observasi terstruktur
dapat terjadi bila prosedur observasi yang sama tidak diikuti disemua observasi
atau oleh semua pengamat, atau bila variable - variable pentingnya tidak
dikontrol.
FIELD EXPERIMENT
Dalam field experiment, peneliti memanipulasi
satu variable independen atau lebih dalam setting ilmiah untuk menetapkan
efeknya pada perilaku. Perbedaan esensial antara eksperimen lapangan dan metode
- metode observasional lainnya adalah dalam eksperimen lapangan peneliti
melakukan lebih banyak kontrol.
hanya ini yang bisa saya tulis dan berbagi untuk kalian semua yang membacanya. bila ada kesalahan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, karna saya adalah manusia yang tak luput dari kesalahan :D :D
daftar pustaka
hanya ini yang bisa saya tulis dan berbagi untuk kalian semua yang membacanya. bila ada kesalahan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, karna saya adalah manusia yang tak luput dari kesalahan :D :D
daftar pustaka
Shaughnessy, J.
J., Meister, E. B. Z., & Meister, J. S. Z., (2007). Metodologi
Penelitian Psikologi. Jakarta : Pustaka Pelajar.
hihihhi...masalah "salah" kita akan tidak terbebas dari hal tersebut, namun kita "berusaha" merupakan kewajiban kita dan bagian dari belajar...keep on learning ya Mbak Niar...salam SOBAT, ditunggu artikel berikutnyaaaa....
BalasHapusmakasih mas seta hehe
BalasHapus